Marketing Public Relations

Reviewing The Situation => Setting MPR Objective => Develoving MPR Strategy =>MPR Tactics =>Measuring & Evaluation MPR Program
REVIEWING THE SITUATION
Sepuluh Pertanyaan Dasar (Ron Kaatz) :
- Apa jenis produk dari layanan kita ?
- Siapa target kita ? Bagaimana gaya hidup mereka ? bagaimana mereka memikirkannya ? Bagaimana produk dan servis kita cocok dengan kehidupan mereka ?
- Apa yang bisa kita perbuat ? apa yang mereka ingin tahu tentang produk dan layanan kita ?
- Dari mana dan dari siapa mereka mendapatkan merek utama (prioritas) dalam proses keputusan pembelian ?
- Apa kepentingan dan keuntungan mereka melalui kontak dengan kita ?
- Apa yang dibutuhkan konsumen dari kita dalam membantu proses pengambilan keputusan mereka dan bagaimana kita bisa membantu pemenuhan kebutuhan tersebut ?
- Apakah tawaran kita layak dihentikan ?
- Apakah tawaran kita layak dijalankan ? siapa dan apa pengaruh positif buat mereka dan siapa atau apa yang bisa membuat mereka percaya ?
- Bagaimana kita bisa menciptakan ikatan dengan mereka dan mengarahkan pada suatu hubungan positif, rasa saling percaya ?
- Apa karakteristik sistem penyampaian pesan yang efektif dan membantu kita mencapai semua secara maksimal ?
GUNA RISET KONSUMEN DALAM IMC
1.Public Relations Contact Point.
*Sistem penyampaian pesan yang mempengaruhi pemaknaan atau arti merek.
2.Media Research
COMPANY HOW BRAND
(Digambarkan saat ini oleh media)
IDENTIFYING SWOTs
- Strengths (kekuatan) : punya terbaik
- Weaknesses (kelemahan : keterbatasan
- Opportunities (peluang/kesempatan) : situasi dimana kekuatan perusahaan dan faktor eksternal di upayakan untuk tangani problem dalam perencanaan.
- Threats (ancaman) : situasi yang dapat buat kerugian bagi kemampuan perusahaan mengindentifikasi masalah.
STEP TWO : SETTING MPR OBJECTIVE
PRINSIP DASAR : Mengacu pada perencanaan pemasaran terpadu.
TUJUAN PEMASARAN
- Memaparkan kebijakan yang harus segera dijalankan untuk mencapai tujuan penjualan.
- Produk tidak hanya harus ada di toko, namun ditampilkan dan buat elemen pengikut untuk peroleh keuntungan maksimal.
TUJUAN PEMASARAN KONSUMEN
Produk Baru : Launching dengan pola uji coba (low ticket consumables)
Target Audiens Untuk Periode Tertentu : Biasanya Pertahun.
MICE

Pengertian-Pengertian
Metting : Suatu kegiatan sekelompok orang di dalam suatu organisasi dilaksanakan untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.
Incentive : Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk para karyawannya/mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka.
Conference : Kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, usbnya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Exhibition : Suatu kegiatan menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata.
Sifat Konvensi
Konvensi lokal : Pertemuan ini bersifat lokal dan diselenggarakan oleh kelompok kecil yang potensial, mungkin saja bersifat mandiri yang mempunyai organisasi dengan pedoman kerja (AD/ART).
Konvensi daerah : Konvensi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah atau organisasi swasta daerah yang mandiri dengan pedoman kerja (AD/ART) yang kegiatannya ditunjukan untuk memajukan daerah setempat.
Konvensi nasional : Melibatkan para peserta dan penyelenggara pada skala nasional, kegiatan ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah, atau oleh swasta atau kerja sama kedua belah pihak. Karena cakupannya lebih luas, sehingga jenis konvensi ini memberikan dampak yang lebih besar bagi penyelenggara maupun tempat penyelenggaranya.
Konvensi regional : Penyelenggara konvensi ini didasarkan oleh letak geografis, yakni negara-negara bertetangga yang sepakat membentuk wilayah untuk kepentingan bersama. Contoh : MEE, ASEAN, ATF (Asean Travel Forum), AFRA, PATA.
Konvensi internasional : Seperti konvensi regional namun dengan cakupan yang lebih luas/mengglobal yang meliputi kerjasama antar benua. Contoh : WTO,DATA
Ukuran Konvensi
Konvensi ukuran kecil : 20-50 peserta
Konvensi ukuran sedang : 60-200 peserta
Konvensi ukuran besar : 200-20.000 peserta
Beberapa istilah dalam konvensi
Delegasi : Para peserta perorangan, pemerintah, asosiasi, perusahaan dari dalam/luar negeri yang turut serta dalam konvensi.
Accompanying person : Pedamping peserta yang terdapat dari isteri, anak, keluarga atau staf dari peserta konvensi.
Spouse : Isteri-isteri dari para peserta konvensi yang turut serta mendampingi dalam suatu kegiatan konvensi.
Exhibitor : Sekumpulan orang yang memamerkan hasil kerjanya, baik berupa produk maupun jasa kepada para peserta suatu konvensi dengan tujuan komersial.
Supplier : Suatu badan hukum, konvensi perorangan, sekelompok orang yang menyediakan sarana wisata konvensi maupun jasa akomodasi, fasitas, sarana liburan, perjalanan, rekreasi dan souvenir.
Fast country : Negara yang menjadi tuan rumah suatu konvensi.
PCO : Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran yang merupakan usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang/negarawan, usahawan, cendikiawan, dsbnya untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
PEO : Suatu badan hukum/perorangan/sekelompok orang yang tugasnya merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan suatu pameran secara profesional,
Steering Committee : Sekelompok orang yang tugasnya memberikan pengarahan suatu kegiatan seperti penyelengaraan suatu konvensi.
Sponsor : Suatu badan hukum, asosiasi, sekelompok orang atau organisasi , masyarakat afiliasi atau perusahaan, instansi swasta atau pemerintah maupun seorang dermawan perorangan yang mensponsori suatu penyelenggaraan kegiatan-kegiatan.
Social event : Acara kegiatan sosial yang diberikan kepada peserta konvensi bersama pendamping, berupa pertemuan selamat datang (welcome party), malam kesenian serta acara khusus bagi wanita (ladies progamme)
Official event : Acara kegiatan resmi yang diberikan kepada peserta konvensi maupun bersama pendampingnya, berupa audiency kepada kepala negara atau pejabat pemerintah setempat. Contoh : Pembukaan resmi suatu kegiatan konvensi.
Technical visit : Acara resmi yang mengunjungi obyek-obyek yang bersifat teknis yang ada sangkutpautnya dengan penyelenggara suatu konvensi.
Audio visual : Sarana komunikasi berupa film, video atau slides yang digunakan dalam sales promotion campaign untuk memberikan informasi pada yang berkepentingan secara tepat guna dan hasil guna.
Decision maker : Pejabat executive yang mempunyai wewenang mengambil suatu keputusan tempat penyelenggaraan suatu konvensi. Pejabat executive tersebut dapat terdiri dari sales executive atau presiden perusahaan maupun sekelompok anggota Board Of Director. Executive council dan lain sebagainya.
Organizing committee : Sekelompok orang yang menjadi anggota panitia suatu kegiata dengan tugas merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan suatu kegiatan suatu penyelenggaraan suatu konvensi.
Pre & Post Coperence tour : Acara penyelenggaraan wisata khususnya bagi peserta konvensi yang diadakan sebelum dan sesudah konvensi.
Peserta pameran : Seseorang/sekelompok orang/perusahaan yang ikut serta memamerkan hasil karyanya yang ada kaitannya dengan penyelenggaraan suatu konvensi.
Organisasi penyelenggara
Panitia pengarah (steering committee/sc
Terdiri dari beberapa orang memperoleh wewenang pemerintah,organisasi,instansi,asosiasi,dll.
Mengarahkan,penasehat,petunjuk bagi panitia pelaksana (cc) agar mencapai tujuan.
Panitia pelaksana
Dibentuk oleh panitia pengarah.
Jumlah disesuaikan dengan besar kecilnya konvensi.
Biasanya dilengkapi dengan sub-komite sesuai dengan kebutuhan dll.
Sub Committee OC
Sekretariat
Memperlancar urusan adminitrasi, keuangan, komunikasi dalam pelaksana kegiatan.
Penyelenggara konvensi
Melaksanakan tugas bidang berkaitan dengan :
Sub Committee OC
Sekretariat
Memperlancar urusan adminitrasi, keuangan, komunikasi dalam pelaksana kegiatan.
Penyelenggara konvensi
Melaksanakan tugas bidang berkaitan dengan :
- Fasilitas
- Akomodasi
- Transportasi
- Darmawisata
Bertugas memproduksi,mendistribusikan berbagai jenis bahan informasi seperti materi, media promosi, dan lain-lain.
- Protokoler & Visa
- Keamanan
- Keuangan
- Program teknis
- Pameran
Perkembangan Konvensi Di Indonesia
Tahun Jumlah peserta
- 1985 57.170
- 1986 60.227
- 1987 73.175
- 1988 69.405
- 1989 73.769
- 1990 100.350
- 1991 111.940
- 1992 119.785
- 1993 127.195
- 1994 141.203
Perkembangan Usaha Jasa MICE
Indonesia sebagai daerah tujuan wisata konvensi akan dikembangkan sesuai dengan UU Pariwisata No.9 Tahun 1990.
Sebagai pelaksana UU tersebut telah Dikeluarkan : SK Menteri Parpostel No.108 th.1991 SK Ditjen Pariwisata No.6 th.1992 tentang peraturan untuk penyelenggaraan usaha MICE.
Persyaratan Utama PCO
Merupakan badan hukum atau perseroan terbatas (PT)
Mempunyai kantor dengan syarat luas minimum 60m' dan memiliki fasilitas telekomunikasi 60m'.
Mempunyai staf terlatih/berijazah khusus PCO yang diakui oleh Ditjen pariwisata.
Berpengalaman menyelenggarakan konvensi nasional sedikitnya 5 kali dan konvensi internasional minimal 2 kali.
Modal disetor Rp 500.000.000
Tugas Utama PCO
- Menyusun rencana dan anggaran penyelenggaraan.
- Mengurus perizinan yang diperlukan.
- Menyelenggarakan kegiatan sekretariat konferensi.
- Menyelenggarakan kegiatan konvensi/eksibisi.
- Menyiapkan/mengatur transportasi dan akomodasi.
- Menyiapkan tempat penyelenggaraan.
- Mengkordinir promosi dan Public Relations (PR)
- Menyelenggarakan pre dan post-tour.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar