Minggu, 19 Mei 2019

RESEARCH

Hasil gambar untuk penelitian public relations
PENELITIAN PUBLIC RELATIONS

Sifat penelitian Public Relations untuk suatu perusahaan atau organisasi cenderung mengarah pada pemecahan masalah.

Dalam tahun 1990'an para profesional public relations merasakan perlunya to listen (mendengar) tentang berbagai hal di dalam atau diluar perusahaan atau organisasi. Unsur listening ini menjadi sangat penting dan kini bagian dari tugas tau pekerjaan  PR. Nama lain dari listening dalam PR adalah penelitian atau riset, terutama penelitian yang menyangkut opini publik, diksp dan reaksi terhadap kebijaksanaan dan operasional perusahaan. Penelitian menjadi esensial dalam kegiatan modern.

PENELITIAN PUBLIC RELATIONS

Instink, intuisi dan good feeling semuanya tetap penting dalam melakukan pekerjaan PR. Penelitian yang dipakai dalam pekerjaan PR terdapat dua tahapan. Tahapan pertama, Yaitu sebelum membuat perencanaan suatu kampanye dan tahap akhir adalah mengevaluasi efektivitas suatu program. Riset membantu untuk mengetahui situasi saat ini, sikap-sikap umum dan kendala-kendala pelaksanaan program. Setelah itu, penelitian menguji keberhasilan program PR

PENELITIAN PUBLIC RELATIONS

Menurut Jalaludin Rakhmat, dalam diktatnya berjudul Penelitian Public Relations, kini PR sudah tersebar ke seluruh dunia,telah mapan sebagai seni (keahlian),tetapi juga sebagai ilmu sosial dan akhirnya bukan semata-mata menceritakan tentang kebaikan suatu perusahaan atau instansi tetapi meliputi penelitian yang telah direncanakan secara cermat untuk menganalisis kecenderungan umum dimasyarakat, meramalkan akibat-akibatnya, membimbing pemimpin organisasi melaksanakan program tindakan yang terencana. Penelitian telah menjadi alat viral PR. Di Amerika, penelitian PR telah merebut perhatian utama sarjana dan praktisi PR, terbukti dengan banyaknya artikel yang ditulis tentang PR.

Carlson dalam Rakhmat (1982) mengemukakan penelitian PR mempunyai tiga fungsi :

  1. Meyakinkan anggapan-anggapan tentang situasi opini publik yang berkenaan dengan suatu masalah,produk,atau perusahaan.
  2. Menjelaskan masalah-masalah yang didalamnya terdapat informasi yang terbatas dan data-data yang tampaknya bertentangan.
  3. Memberikan pengarahan pada pemikiran dan konseptualisasi kita tentang problematika.
Dalam upaya ingin mengetahui secara khusus apa manfaat penelitian dalam seluruh proses PR, Rakhmat menegaskan kembali tentang cangkupan penelitian PR, yaitu :

  • Dalam dunia perguruan tinggi, PR adalah suatu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Mempelajari proses komunikasi antara perusahaan dengan publiknya, faktor-faktor yang memperlancar dan menghambat efektivitas komunikasi, serta karakteristik tertentu yang membedakan PR dari bentuk komunikasi lainnya.
  • Bagi pejabat PR adalah suatu keahlian (skill). Menciptakan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan publiknya, suatu seni untuk menjual perusahaan. Sebagai keahlian, PR dibentuk berdasarkan pengalaman
  • Bagi perusahaan atau organisasi, PR adalah suatu kegiatan yang berlangsung terus-menerus dalam melaksanakan salah satu fungsi manajemen.

BENTUK-BENTUK PENELITIAN PUBLIC RELATIONS

Secara umum penelitian dilakukan menyangkut tiga hal :
  1. Menggambarkan suatu proses,situasi,atau fenomena
  2. Menjelaskan mengapa sesuatu kemungkinan terjadi, apa penyebabnya dan apa pengaruhnya kejadian itu
  3. Memprediksi kemungkinan yang akan terjadi jika akan bertindak atau tidak melakukan tindakan.
BENTUK-BENTUK PENELITIAN PUBLIC RELATIONS

Banyak sekali penelitian PR bersifat teori dan terapan.

Penelitian terapan
Untuk memecahkan masalah secara praktis, sedangkan penelitian teoritikal mengingatkan tentang proses PR. Dalam pekerjaan PR penelitian terapan bersifat strategis dan evaluatif. Aplikasinya dirancang menjawab pertanyaan praktis secara spesifik.

Penelitian stategis
Digunakan terutama dalam pengembangan program, untuk menentukan tujuan-tujuan program, mengembangkan pesan strategis yang hendaknya tercapai. Sebagai contoh : suatu perusahaan yang ingin mengetahui bagaimana tingkat keterbukaan karyawan dalam publikasi internal terutama kali akan melakukan penelitian strategis untuk menemukan mana dan bagaimana kondisinya.

Penelitian evaluatif
Kadang-kadang bersifat summative research (penelitian sumatif) dilakukan terutama untuk melihat apakah suatu program PR mencapai tujuan untuk dan sasaran yang telah ditentukan. Sebagaimana contoh : jika perubahan dibuat dalam program komunikasi internal untuk meningkatkan keterbukaan. Penelitian evaluatif dapat menemukan apakah tujuan tercapai.

Penelitian teoritikal PR
Adalah lebih abstrak dan konseptual dibanding penelitian terapan. Penelitian ini menunjang pengembangan berbagai teori dalam PR, seperti mengapa orang-orang berkomunikasi, bagaimana opini publik dibentuk dan bagaimana suatu publik dibentuk. Pengetahuan penelitian teoritikal adalah penting sebagai keragkan kerja untuk persuasif dan menjadi dasar pemahaman mengapa orang-orang melakukan itu dan apa yang dilakukan orang itu.
Dalam PR, penelitian diterapkan untuk menentukan program komukasi tingkat lanjut, sikap-sikap dan kepercayaan publik. Penelitian ini bisa dipakai untuk memantau penampilan PR dalam proses dan proses dan sebagai suatu mekanisme evaluatif untuk melihat perkembangan program,keberhasilan dan perubahan yang dianjurkan. Bila terbatas pada informasi yang didapatkan,penelitian PR juga dapat membantu menjelaskan isu.
Sebagai contoh : Sikap sering tidak jelas,dan orang-orang boleh berbicara tentang mereka menyukai sesuatu tanpa mengatakan secara spesifik tentang karakteristik khusus yang mereka katakan. Penelitian dapat menggali lenih mendalam untuk memperoleh hal yang lebih spesifik. Seringkali hasil penelitian juga mengkonfirmasi tentang asumsi-asumsi tentang opini publik. Intuisi mungkin akurat, tetapi penelitian menguatkan validitas program PR.

METODE PENELITIAN PUBLIC RELATIONS
Tiga bentuk metode utama penelitian PR :
  1. Surveys (survey) dirancang untuk mengungkap sikap dan opini apa yang orang-orang pikirkan tentang pokok persoalan tertentu.
  2. Communication audit (Audit komunikasi) seringkali dirancang untuk menangkap perbedaan antara kenyataan dan komunikasi yang dirasakan antara manajemen dan target khalayak.
  3. Unobtrusive measure (pengukuran yang tidak sulit) seperti fact finding (penemuan fakta) analisis isi dan penelitian suatu subjek atau objek tanpa keterlibatan peneliti atau penelitian diam-diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ceritaku Membuat Makalah Call For Paper

Assalamualaikum.. Hai semua kembali lagi di blogku yang tercinta, kali ini aku mau menceritakan pengalamanku ketika mendapat tugas membuat m...