Minggu, 24 Maret 2019

Seminar Broadcasting Radio Elshinta

Hasil gambar untuk radio elshinta
Dikampusku Stisipol Candradimuka, tanggal 12 februari 2019 diadakan seminar interaktif Broadcasting bersama Radio Elshinta dan bukan hanya sekedar seminar tapi adanya lomba Berita dan Vlog.

Itu sekalian memperingati Hari Ulang Tahunnya Radio Elshinta yang ke-19tahun dan doa saya semoga Radio Elshinta semakin jaya dan menjadi pilihan utama masyarakat indonesia.

Kebetulan saya adalah mahasiswa ilmu komunikasi menurut saya seminar ini sangatlah penting yaa kenapa tidak dari sini saya tahu bagaimana dunia penyiaran dan suasana dibalik layar.

Yaa singkat cerita mungkin saya kurang sekali membaca karena tuntutan kerja harus saya jalani juga jadi dengan adanya seminar seperti ini sangatlah penting bagi saya untuk melihat dan mendengar langsung ilmu yang disampaikan para ahlinya.

Produksi Media Cetak & Kit


PRODUKSI MEDIA CETAK

Pembicaraan tentang media cetak berarti membicarakan pers. Sebab terminologi pers terdiri dari: Pertama, pers dalam arti luas adalah seluruh alat komunikasi massa baik cetak maupun elektronik. Kedua, pers dalam arti sempit secara spesifik tertuju pada media cetak berbentuk surat kabar dan majalah. Dalam berbagai literatur surat kabar digunakan sebagai sebutan untuk media cetak yang content-nya mengutamakan hasil jurnalisme berbentuk berita (news). Sementara sebutan untuk pers digunakan untuk seluruh media massa tercetak yang terbit secara reguler baik yang mengutamakan jurnalisme maupun hiburan.Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan dalam kajian tentang pers. Pertama, pendekatan etika atas eksistensi institusi pers dan prilaku pelaku profesional pers (jurnalis). Kedua, pendekatan ilmu sosial atas eksistensi institusi pers. Ketiga, pendekatan praktis atas kerja teknis pelaku profesional pers dalam institusi pers.Titik tolak kajian tulisan ini melihat fenomena pers sebagai institusi sosial yang menjadi bagian dari komunikasi massa. Bukan semata-mata berdasarkan pendekatan praktis dan kerja teknis dalam konteks jurnalisme.Diktat kuliah: Produksi Media Cetak ini ditulis bukan dimaksudkan jadi bacaan instant mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Tetapi hanya sekedar pembuka diskusi di ruang kuliah. Sebab sebagai diktat ia hanya memuat pokok-pokok pikiran penulisnya. Hal-hal yang lebih detil dapat dilihat pada literatur yang diacu atau bahan-bahan lain yang berkaitan dengan mata kuliah ini.Menuangkan setumpuk gagasan yang ada di kepala menjadi sebentuk tulisan yang belum tentu dimengerti oleh orang lain bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi bila ditulis di sela-sela waktu luang di tengah kesibukan mengajar di beberapa perguruan tinggi dalam rangka bertahan hidup. Maklum, kehidupan intelektual di negeri ini belum senyaman birokrat apalagi legislator di parlemen. Dengan demikian, bukan basa-basi kalau tulisan ini mengandung banyak kelemahan. Bahkan mungkin tidak layak disebut sebagai tulisan ilmiah. Untuk itu semua, izinkanlah saya untuk tidak minta maaf. Sebab lebih adil bila Anda menulis tulisan dengan tema yang sama sebagai komparasinya dalam rangka dialektika ilmiah. 
A. Manajemen Media Cetak

Dengan mengutip pakar komunikasi Kanada Marshall McLuhan yang mengatakan the press is the extention of man, Jakob Oetama mengatakan pers merupakan perpanjangan alat untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap informasi, hiburan, pendidikan dan keingintahuan mengenai peristiwa yang terjadi di sekitarnya (Oetama, 1987). Inilah yang dimanifestasikannya dalam surat kabar KOMPAS yang didirikannya bersama dengan PK Ojong (alm) tanggal 28 Juni 1965 dengan struktur yang kurang lebih sebagai berikut: Pertama, owner: pemilik perusahaan yang menerima laporan pertanggungjawaban dari top manager. Terkadang owner identik dengan top manajer. Kedua, top manager: pengambil kebijakan internal dan eksternal. Serta pengendali perusahaan baik redaksional maupun usaha. Juga menerima laporan pemimpin redaksi dan pemimpin perusahaan. Ketiga, pemimpin umum: orang pertama dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas maju mundurnya institusi pers yang dipimpinnya. Serta menjadi penentu kebijakan, arah perkembangan laba rugi perusahaan. Termasuk berhak mengangkat atau memecat bawahannya. Terkadang pemimpin umum adalah top manager sekaligus owner. Keempat, wakil pemimpin umum: menjalankan tugas-tugas pemimpin umum atau menggantikannya dalam operasionalisasi harian. Kelima, bidang redaksi: pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, sekretaris redaksi, redaktur pelaksana, redaktur dan reporter bertanggung jawab terhadap semua isi penerbitan pers. Ini meliputi penyajian berita, peliputan fokus pemberitaan, topik, pemilihan headline dll. Keenam, bidang cetak: ditangani oleh operator cetak dan pengepakan hasil penerbitan sehingga sampai ke tangan pembaca. Ketujuh, bidang usaha: menerima laporan para manajer demi kepentingan perusahaan baik produksi dan distrubusi.
B. Zona Pasar Media Cetak

Pertama, CZ (City Zone): batas wilayah media cetak itu berada. Kedua, PMA (Primary Market Area): area utama tempat media cetak itu menyajikan berita dan pelayanan iklannya. Ketiga, RTZ (Retail Trading Zone): wilayah di luar CZ tempat media cetak itu diperjualbelikan. Keempat, NDM (Newspaper Designated Market): area geografis yang dianggap media cetak itu sebagai pasarnya.
C. Format Media Cetak

1. Broadsheet: ukuran surat kabar umum. Misalnya, KOMPAS, Media Indonesia, Republika dll.2. Tabloid: ukuran setengah broadsheet. Format ini diperkenalkan untuk dikonsumsi oleh pembaca di kalangan masyarakat urban yang sibuk dalam transportasi umum seperti bus, kereta api dll. Misalnya, KORAN TEMPO dll.3. Magazine: ukuran setengah tabloid atau seperempat broadsheet. Halamannya diikat dengan kawat, sampul lebih tebal dan mengkilap daripada halamannya. Misalnya, Majalah TEMPO dll.4. Book: ukuran setengah magazine atau seperempat tabloid atau seperdelapan broadsheet. Misalnya, Majalah INTISARI dll.
D. Struktur Organisasi Media Cetak

Pertama, redaksi yang terdiri dari pemimpin redaksi; wakil pemimpin redaksi; sekretaris redaksi; dewan redaksi; redaktur pelaksana; redaktur; koresponden (reporter di luar kota atau di luar negeri). Kedua, tata usaha yang terdiri dari administrasi internal yang mengurusi manajemen internal, kepegawaian, penggajian dll; administrasi eksternal yang mengurusi pemasaran, sirkulasi, iklan, langganan dll. Ketiga, produksi yang terdiri dari percetakan sendiri atau percetakan lain.
E. Proses Media Cetak

Pertama, kebijakan redaksi y
ang tergantung pada ideologi atau politik media cetak. Misal, KOMPAS (Katolik), Suara Pembaruan (Kristen), Republika (Islam), Suara Karya (Parpol) dll. Kedua, frekuensi terbit: harian; mingguan, dwi mingguan; bulanan. Ketiga, tenggat terbit: jam (harian); hari tertentu (mingguan); minggu tertentu (bulanan). Ini perlu diketahui dan diperhatikan oleh pemasang iklan. Keempat, cetak: off set modern sampai dengan cetak digital jarak jauh. Kelima, sirkulasi: lokal; nasional; regional; internasional. Keenam, pembaca: jenis kelamin, usia, pendidikan, penghasilan, profesi, hobby, suku, agama dan ras/etnik. Ketujuh, metode distribusi: bagaimana media cetak itu didistribusikan. Misalnya, eceran, loper, agen, toko dll.

Sabtu, 23 Maret 2019

Marketing Public Relations & MICE


Marketing Public Relations

Hasil gambar untuk Marketing public relations
MPR STRATEGIC PLANNING


Reviewing  The Situation => Setting MPR Objective => Develoving MPR Strategy =>MPR Tactics =>Measuring & Evaluation MPR Program


REVIEWING THE SITUATION

Sepuluh Pertanyaan Dasar (Ron Kaatz) :

  1. Apa jenis produk dari layanan kita ?
  2. Siapa target kita ? Bagaimana gaya hidup mereka ? bagaimana mereka memikirkannya ? Bagaimana produk dan servis kita cocok dengan kehidupan mereka ?
  3. Apa yang bisa kita perbuat ? apa yang mereka ingin tahu tentang produk dan layanan kita ?
  4. Dari mana dan dari siapa mereka mendapatkan merek utama (prioritas) dalam proses keputusan pembelian ?
  5. Apa kepentingan dan keuntungan mereka melalui kontak dengan kita ?
  6. Apa yang dibutuhkan konsumen dari kita dalam membantu proses pengambilan keputusan mereka dan bagaimana kita bisa membantu pemenuhan kebutuhan tersebut ?
  7. Apakah tawaran kita layak dihentikan ?
  8. Apakah tawaran kita layak dijalankan ? siapa dan apa pengaruh positif buat mereka dan siapa atau apa yang bisa membuat mereka percaya ?
  9. Bagaimana kita bisa menciptakan ikatan dengan mereka dan mengarahkan pada suatu hubungan positif, rasa saling percaya ?
  10. Apa karakteristik sistem penyampaian pesan yang efektif dan membantu kita mencapai semua secara maksimal ?

GUNA RISET KONSUMEN DALAM IMC

        1.Public Relations Contact Point.
          *Sistem penyampaian pesan yang mempengaruhi pemaknaan atau arti merek.
        2.Media Research
           COMPANY         HOW        BRAND
             (Digambarkan saat ini oleh media)

IDENTIFYING SWOTs

  1. Strengths (kekuatan) : punya terbaik
  2. Weaknesses (kelemahan : keterbatasan
  3. Opportunities (peluang/kesempatan) : situasi dimana kekuatan perusahaan dan faktor eksternal di upayakan untuk tangani problem dalam perencanaan.
  4. Threats (ancaman) : situasi yang dapat buat kerugian bagi kemampuan perusahaan mengindentifikasi masalah.

STEP TWO : SETTING MPR OBJECTIVE

PRINSIP DASAR : Mengacu pada perencanaan pemasaran terpadu.

TUJUAN PEMASARAN
  • Memaparkan kebijakan yang harus segera dijalankan untuk mencapai tujuan penjualan.
  • Produk tidak hanya harus ada di toko, namun ditampilkan dan buat elemen pengikut untuk peroleh keuntungan maksimal. 
TUJUAN PEMASARAN KONSUMEN

Produk Baru : Launching dengan pola uji coba (low ticket consumables)
Target Audiens Untuk Periode Tertentu : Biasanya Pertahun.




MICE

Hasil gambar untuk Metting
Pengertian-Pengertian

Metting : Suatu kegiatan sekelompok orang di dalam suatu organisasi dilaksanakan untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.
Incentive : Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk para karyawannya/mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka.
Conference : Kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, usbnya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Exhibition : Suatu kegiatan menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata.


Sifat Konvensi

Konvensi lokal : Pertemuan ini bersifat lokal dan diselenggarakan oleh kelompok kecil yang potensial, mungkin saja bersifat mandiri yang mempunyai organisasi dengan pedoman kerja (AD/ART).
Konvensi daerah : Konvensi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah atau organisasi swasta daerah yang mandiri dengan pedoman kerja (AD/ART) yang kegiatannya ditunjukan untuk memajukan daerah setempat.
Konvensi nasional : Melibatkan para peserta dan penyelenggara pada skala nasional, kegiatan ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah, atau oleh swasta atau kerja sama kedua belah pihak. Karena cakupannya lebih luas, sehingga jenis konvensi ini memberikan dampak yang lebih besar bagi penyelenggara maupun tempat penyelenggaranya.
Konvensi regional : Penyelenggara konvensi ini didasarkan oleh letak geografis, yakni negara-negara bertetangga yang sepakat membentuk wilayah untuk kepentingan bersama. Contoh : MEE, ASEAN, ATF (Asean Travel Forum), AFRA, PATA.
Konvensi internasional : Seperti konvensi regional namun dengan cakupan yang lebih luas/mengglobal yang meliputi kerjasama antar benua. Contoh : WTO,DATA


Ukuran Konvensi

Konvensi ukuran kecil : 20-50 peserta
Konvensi ukuran sedang : 60-200 peserta
Konvensi ukuran besar : 200-20.000 peserta


Beberapa istilah dalam konvensi

Delegasi : Para peserta perorangan, pemerintah, asosiasi, perusahaan dari dalam/luar negeri yang turut serta dalam konvensi.
Accompanying person : Pedamping peserta yang terdapat dari isteri, anak, keluarga atau staf dari peserta konvensi.
Spouse : Isteri-isteri dari para peserta konvensi yang turut serta mendampingi dalam suatu kegiatan konvensi.
Exhibitor : Sekumpulan orang yang memamerkan hasil kerjanya, baik berupa produk maupun jasa kepada para peserta suatu konvensi dengan tujuan komersial.
Supplier : Suatu badan hukum, konvensi perorangan, sekelompok orang yang menyediakan sarana wisata konvensi maupun jasa akomodasi, fasitas, sarana liburan, perjalanan, rekreasi dan souvenir.
Fast country : Negara yang menjadi tuan rumah suatu konvensi.
PCO : Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran yang merupakan usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang/negarawan, usahawan, cendikiawan, dsbnya untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
PEO : Suatu badan hukum/perorangan/sekelompok orang yang tugasnya merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan suatu pameran secara profesional,
Steering Committee : Sekelompok orang yang tugasnya memberikan pengarahan suatu kegiatan seperti penyelengaraan suatu konvensi.
Sponsor : Suatu badan hukum, asosiasi, sekelompok orang atau organisasi , masyarakat afiliasi atau perusahaan, instansi swasta atau pemerintah maupun seorang dermawan perorangan yang mensponsori suatu penyelenggaraan kegiatan-kegiatan.
Social event : Acara kegiatan sosial yang diberikan kepada peserta konvensi bersama pendamping, berupa pertemuan selamat datang (welcome party), malam kesenian serta acara khusus bagi wanita (ladies progamme)
Official event : Acara kegiatan resmi yang diberikan kepada peserta konvensi maupun bersama pendampingnya, berupa audiency kepada kepala negara atau pejabat pemerintah setempat. Contoh : Pembukaan resmi suatu kegiatan konvensi.
Technical visit : Acara resmi yang mengunjungi obyek-obyek yang bersifat teknis yang ada sangkutpautnya dengan penyelenggara suatu konvensi.
Audio visual : Sarana komunikasi berupa film, video atau slides yang digunakan dalam sales promotion campaign untuk memberikan informasi pada yang berkepentingan secara tepat guna dan hasil guna.
Decision maker : Pejabat executive yang mempunyai wewenang mengambil suatu keputusan tempat penyelenggaraan suatu konvensi. Pejabat executive tersebut dapat terdiri dari sales executive atau presiden perusahaan maupun sekelompok anggota Board Of Director. Executive council dan lain sebagainya.
Organizing committee : Sekelompok orang yang menjadi anggota panitia suatu kegiata dengan tugas merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan suatu kegiatan suatu penyelenggaraan suatu konvensi.
Pre & Post Coperence tour : Acara penyelenggaraan wisata khususnya bagi peserta konvensi yang diadakan sebelum dan sesudah konvensi.
Peserta pameran : Seseorang/sekelompok orang/perusahaan yang ikut serta memamerkan hasil karyanya yang ada kaitannya dengan penyelenggaraan suatu konvensi.


Organisasi penyelenggara

Panitia pengarah (steering committee/sc

Terdiri dari beberapa orang memperoleh wewenang pemerintah,organisasi,instansi,asosiasi,dll.
Mengarahkan,penasehat,petunjuk bagi panitia pelaksana (cc) agar mencapai tujuan.

Panitia pelaksana

Dibentuk oleh panitia pengarah.
Jumlah disesuaikan dengan besar kecilnya konvensi.
Biasanya dilengkapi dengan sub-komite sesuai dengan kebutuhan dll.


Sub Committee OC

Sekretariat

Memperlancar urusan adminitrasi, keuangan, komunikasi dalam pelaksana kegiatan.

Penyelenggara konvensi

Melaksanakan tugas bidang berkaitan dengan :

  1. Fasilitas
  2. Akomodasi
  3. Transportasi
  4. Darmawisata
Bertugas memproduksi,mendistribusikan berbagai jenis bahan informasi seperti materi, media promosi, dan lain-lain.
  1. Protokoler & Visa
  2. Keamanan
  3. Keuangan
  4. Program teknis
  5. Pameran
Perkembangan Konvensi Di Indonesia

           Tahun                                           Jumlah peserta 
  • 1985                                                 57.170
  • 1986                                                 60.227
  • 1987                                                 73.175
  • 1988                                                 69.405
  • 1989                                                 73.769
  • 1990                                                 100.350
  • 1991                                                 111.940
  • 1992                                                 119.785
  • 1993                                                 127.195
  • 1994                                                 141.203
Perkembangan Usaha Jasa MICE

Indonesia sebagai daerah tujuan wisata konvensi akan dikembangkan sesuai dengan UU Pariwisata No.9 Tahun 1990.

Sebagai pelaksana UU tersebut telah Dikeluarkan : SK Menteri Parpostel No.108 th.1991 SK Ditjen Pariwisata No.6 th.1992 tentang peraturan untuk penyelenggaraan usaha MICE.

Persyaratan Utama PCO

Merupakan badan hukum atau perseroan terbatas (PT)

Mempunyai kantor dengan syarat luas minimum 60m' dan memiliki fasilitas telekomunikasi 60m'.

Mempunyai staf terlatih/berijazah khusus PCO yang diakui oleh Ditjen pariwisata.

Berpengalaman menyelenggarakan konvensi nasional sedikitnya 5 kali dan konvensi internasional minimal 2 kali.

Modal disetor Rp 500.000.000


Tugas Utama PCO

  1. Menyusun rencana dan anggaran penyelenggaraan.
  2. Mengurus perizinan yang diperlukan.
  3. Menyelenggarakan kegiatan sekretariat konferensi.
  4. Menyelenggarakan kegiatan konvensi/eksibisi.
  5. Menyiapkan/mengatur transportasi dan akomodasi.
  6. Menyiapkan tempat penyelenggaraan.
  7. Mengkordinir promosi dan Public Relations (PR)
  8. Menyelenggarakan pre dan post-tour.

Rabu, 20 Maret 2019

Penulisan Naskah Public Relation

Hasil gambar untuk naskah public relation

Naskah PR

Bivins mengatakan meskipun semua press release yang dibuat PR memiliki format yang sama, sebenarnya memiliki perbedaan penekanan pada informasinya, yaitu :
  1. Basic press release mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk media lokal, regional ataupun nasional.
  2. Product release mencakup transaksi tentang target suatu produk khusus atau produk regular lainnya untuk suatu publikasi perdagangan didalam suatu industri.
  3. Financial release digunakan terutama dalam membina hubungan dengan pemegang saham. Umumnya banyak media lokal, regional dan nasional menyoroti masalah keuangan.

Press release atau News release merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh praktisi  PR untuk publikasi melalui media massa cetak (surat kabar dan majalah) dan media massa elektronik (TV dan radio).

Kini, media cetak online ikut menjadi salah satu media sasaran PR untuk mengirimkan press release-nya.


Mengapa menggunakan piramida terbalik dalam PR ? Ada tiga alasan untuk menjelaskannya :
  1. Pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk yang mempunyai waktu yang singkat untuk mendapatkan berita-berita yang faktual.
  2. Redaksi media massa harus memotong Press release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya.
  3. Redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca keseluruhan Press release.
Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu (cole, 1981:42)

Setelah menulis lead sebagai paragraf pertama, kembangkan lead itu dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan. Penulisan dengan gaya piramid terbalik ini berarti menulis berita dari mulai yang sangat penting (lead) sampai kepada semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat penting tadi).


Contoh PRL yang dikeluarkan oleh ABN AMRO Bank sebagai lead atau paragraf pertama yang dianggap sangat penting :

Pembukaan ABN AMRO Bank di Bandung dilakukan hari ini (15 Oktober 1992) oleh Bapak Karna Swanda atas nama Gubernur Jawa Barat didampingi oleh Duta Besar Kerajaan Belanda dan Bapak Zweegers dari Amsterdam, Wakil Presiden Eksekutif Group ABN AMRO Bank untuk Asia, Australia, dan Afrika. Bank telah memberikan perangkat jasa-jasa perusahaan selama hampir satu tahun, sekarang bank melayani perangkat penuh jasa-jasa perorangan dan perusahaan.

Lead sebagai paragraf pertama yang dianggap sangat penting oleh ABN AMRO Bank sebagai berita yang layak muat dimedia massa adalah tentang pembukaan bank tersebut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat didampingi oleh Dubes Kerajaan Belanda dan Wakil Presdir ABN AMRO Bank untuk Asia, Australia dan Afrika.


Feature

Karangan khas/tuturan biasanya dibuat lebih dari satu, dengan isi berkaitan satu sama lain. Feature berbeda sekali dengan tulisan news (berita/pers release) yang disusun seperti piramida terbalik yang hanya terdiri atas lead, tubuh dan penutup. Feature disusun seperti kerucut terbalik yang terdiri  dari lead, jembatan diantara lead dan tubuh, tubuh tulisan dan penutup.

Struktur penulisan Feature


Hasil gambar untuk struktur penulisan feature

Minggu, 17 Maret 2019

Lobby,Negosiasi dan Presentasi




Hasil gambar untuk negosiasi

NEGOSIASI

  • Pembicaraan dengan orang lain dengan maksud untuk mencapai kesepakatan, untuk mengatur, atau untuk mengemukakan.
  • Negosiasi adalah jembatan yang menghubungkan dua kepentingan yang berbeda.
  • Suatu proses yang dimulai ketika suatu pihak menganggap bahwa pihak lain memiliki pandangan, sikap, anggapan yang berbeda terhadap hal-hal yang merupakan interest/kepedulian dari pihak lainnya.
  • Bernuansa konflik (yang dapat bersifat destruktif maupun konstruktif)

Karakteristik Negosiasi

  1. Senantiasa melibatkan orang, baik sebagai individu maupun perwakilan institusi(sendiri atau dalam kelompok)
  2. Memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi.
  3. Menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu - baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter)
  4. Hampir selalu berbentuk tatap muka-yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah (body language)
  5. Biasanya menyangkut hal-hal dimasa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi.
  6. Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan tersebut misalnya kebelah dua pihak "sepakat untuk tidak sepakat"

Konflik

  • Pandangan kaum tradisional => konflik adalah buruk dan karenanya harus dihindari.
  • Pandangan kaum Human relations => konflik adalah gejala biasa alias alamiah (natural) dan tidak dapat dihindari dari setiap kelompok.
  • Pandangan kaum Interaksionist => konflik tidak saja memiliki kekuatan positif didalam kelompok, tetapi merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh kelompok agar dapat menunjukkan kinerja yang efektif.
  • Konflik Fungsional (positif) : Konflik yang menunjang tujuan-tujuan kelompok/individu.
  • Konflik Disfungsional (negatif) : Konflik yang menghambat/mengganggu kinerja individu/kelompok/organisasi. Bisa jadi terjadi karena apabila salah satu atau kedua belah pihak menciptakan suatu kondisi yang menyulut terjadinya konflik lebih lanjut. Muncul perasaan kecewa,cemas,tegang,atau perasaan bermusuhan.

Negotiation TRIANGLE

  • HEART => Karakter atau apa yang ada didalam hati kita yang terjadi dasar dalam melakukan negosiasi.
  • HEAD => Metode atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi.
  • HANDS => Kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukan jam terbang kita menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi.

Prinsip-Prinsip Negosiasi

  • T O R I
  • Trust (Percaya)
  • Opennes (Terbuka)
  • Responsible (Saling bertanggung jawab)
  • Interdependency (Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain)

Syarat-Syarat Menjadi Negosiator Yang Baik

  1. Terpercaya (credible)
  2. Percaya (self confidence)
  3. Menguasai subtansi materi
  4. Menguasai teknik komunikasi

Hambatan-Hambatan Dalam Pengambilan Keputusan

  • Pertama : menilai terlampau dini dan puas dengan solusi pertama.
  • Selalu didasarkan pada pikiran menang atau kalah (terutama 'kita' sebagai pemenang dan 'mereka' sebagai pecundang).
  • Selalu berpikir bahwa masalah yang akan diselesaikan adalah masalah lawan dan bukan masalah bersama.
  • Selalu menggunakan standar negosiasi dengan menunjukkan kekuasaan/kekuatan dalam menyakinkan 'lawan'.

Langkah-Langkah Negosiasi

  1. Persiapan.
  2. Pembukaan.
  3. Negosiasi.

Empat Pola Perilaku Negosiasi

  1. Moving against (pushing) : Menjelaskan, memperagakan, mengarahkan, mengulangi, menjernihkan masalah, mengumpulkan perasaan, berdebat, menghimbau, menghakimi, tak menyetujui, menantang, ,menunjukkan kelemahan pihak lain.
  2. Moving with (pulling) : Memperhatikan, mengajukan, menyetujui,mengungkapkan perasaan-perasaan orang lain.
  3. Moving away (withdrawing) : Menghindari konfrontasi, menghindari hubungan dan sengketa,tak menanggapi pertanyaan.
  4. Not moving (letting be) : Mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada "here and now"

Tujuan Negosiasi

  1. Untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
  2. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.
  3. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana masing-masing pihak meresa menang (win-win solution)

Etiket dan Kepribadian (Personal Branding)

Gambar terkait
Public adalah sekelompok orang.
stakeholder= orang-orang yang berkepentingan dengan perusahaan publiknya PR.

PUBLIK PR

1. Internal
2. Eksternal

Eksternal terbagi menjadi

a. Gogovermen
b. Media
c. Consumer
d. Comunity

Kategori public

a. internal: SPU, cleks, manajer, direktur, stakeholder.
b. eksternal: tidak ada kepentingan apapun dan tidak mempengaruhi.

Opini Publik

Hasil gambar untuk opini publik

Pengertian Opini Publik

Menurut Leonard W.Doob dalam Sunarjo,1984 Pengertian opini publik adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu soal, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama.


Opini Publik adalah kumpulan pendapat individu terhadap masalah tertentu yang mempengaruhi suatu kelompok orang-orang(masyarakat)


Sikap Dalam Membentuk Opini

Opini publik terdiri dari dua komponen kata yaitu publik dan opini. Batasan sederhana dari publik adalah suatu kelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama dalam masalah tertentu. Pendapat adalah ekspresi suatu sikap terhadap topik tertentu (yang ramai dibicarakan). Sikap yang semakin kuat, akan muncul ke permukaan dalam bentuk opini. Sewaktu opini semakin kuat akan lebih terungkap atau terbentuk tindakan perangai tertentu.(Seitel, 1992:82)

Pendapat lain menyebutkan bahwa opini publik mewakili suatu kesepakatan, dan kesepakatan dimulai dengan sikap orang-orang terhadap issue yang masih tanda tanya.

Mencoba untuk mempengaruhi suatu sikap yang dimiliki individu dan bagaimana tanggapan dia terhadap suatu pokok masalah yang dihadapannya - adalah suatu fokus utama dari kegiatan public relations.

Opini

Opini menurut Cutlip dan Center, sebagai pengekspresian suatu sikap mengenai persoalan yang mengandung pertentangan. Jadi, opini mengandung pertentangan dan perselisihan, lain dengan fakta yang diterima secara umum.

Sikap hanyalah merupakan kecenderungan atau presdiposisi untuk menanggapi suatu persoalan atau situasi. Jadi, sikap tertahan didalam (inwadly held) yang bila menghadapi suatu rangsangan bisa di ekspresikan ke luar dalam bentuk opini atau suatu pernyataan verbal.

Sabtu, 16 Maret 2019

Manajemen Public Relations


Hasil gambar untuk manajemen public relations

Teori Manajemen Public Relations
Berdasarkan poin-poin dari Grunig & Hunt, dalam pengelolaan sistem PR suatu perusahaan, praktisi PR harus membentuk suatu keharmonisan dengan berbagai unsur dalam perusahaan itu sendiri:
Secara fungsi => the real job
Secara terstruktur => hirarki organisasional individu & posisi
Secara proses => pengambilan keputusan formal tentang peraturan & prosedur yang terdapat dalam perusahaan
Secara umpan balik => mekanisme evaluatif formal & informal perusahaan


Proses PR & Pendekatan Manajerial

Menurut Cutlip & Center, proses PR sepenuhnya mengacu pada pemdekatan manajerial:
Fact Finding => mencari & mengumpulkan fakta/data sebelum melakukan tindakan.
Planning => berdasarkan fakta membuat rencana tentang apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah itu.
Communicating => rencana yang disusun dengan baik sebagai hasil pemikiran yang matang berdasarkan fakta/data tadi, kemudian dikomunikasikan atau dilakukan kegiatan operasionalnya.
Evaluation => mengadakan evaluasi tentang suatu kegiatan,apakah tujuan sudah tercapai atau belum.

Strategic Management

Pearce & Robinson, ,mengembangkan langkah-langkah strategic management sbb:
  1. Menentukan mission perusahaan => termasuk di dalamnya tentang maksud pendirian,filosofi & sasaran
  2. Mengembangkan company profile => yang mencerminkan kondisi intem perusahaan & kemampuan yang dimilikinya
  3. Penilaian thd lingkungan ekstem perusahaan => baik dari segi semangat kompetitif maupun secara umum
  4. Analisi peluang => yang tersedia dari lingkungan & melakukan pilihan-pilihan
  5. Indentifikasi => atas pilihan yang dikehendaki untuk memenuhi tuntutan misi perusahaan

Metode Penelitian PR

  1. Survey => dirancang untuk mengungkap sikap dan opini apa yang orang-orang pikirkan tentang pokok persoalan tertentu.
  2. Communication Audit => dirancang untuk mengungkap perbedaan antara kenyataan & komunikasi yang dirasakan antara manajemen & target khalayak.
  3. Unobtrusive measures (Pengukuran yang tidak sulit) => seperti fact finding (penemuan fakta),analisis isi & penelitian readibility(kemampuan membaca)

Jenis Penelitian Survey

  1. Descriptive surveys, misal jajak opini publik tentang walikota
  2. Explanatory surveys => Sebab-akibat

Empat Elemen Penelitian Survey

  1. Sampel
  2. Kuesioner atau angket
  3. Wawancara
  4. Analisis data hasil penelitian

File-file data atas fakta yang harus dimiliki perusahaan

  1. Data-data esensial & saling berkaitan, seperti data-data statistik kunci perusahaan
  2. Bebagai publikasi
  3. Biografis
  4. Foto manajemen/pimpinan
  5. Kliping pers(surat kabar & majalah)
  6. Daftar media
  7. Literatus(buku-buku) yang berhubungan dengan persaingan usaha
  8. Surat keputusan perundangan-undangan
  9. AD & ART perusahaab, dll

Pengantar Dasar Public Relations

Evolusi Konsep Public Relations

  • Kepentingan bisnis => propaganda
          - Satu arah => persuasif dalam bentuk publisitas.
  • Perilaku korporat => membantu korparasi menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
          -Manajemen konseling terhadap perubahan yang dibutuhkan korparasi.


Pengertian Public Relations

"adalah managemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi.


Definisi Public Relations Menurut Para Ahli

1. Cutlip, Center, & Broom dalam bukunya Effective Public Relations (2006): usaha terencana untuk memengaruhi pandangan melalui karakter yang baik serta tindakan yang bertanggung jawab , didasarkan atas komunikasi dua arah yang saling memuaskan.

2.Frank Jenkins (1992): “Sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik   internal maupun eksternal antara suatu organisasi dengan khayalaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang spesifik berlandaskan pada saling pengertian”.


Unsur-unsur dalam Definisi Public Relations

  • Melakukan program terencana dan berkesinambungan sebagai bagian dari manajemen organisasional.
  • Menangani hubungan antara organisasi dengan stakeholedernya.
  • memonitor kesadaran,opini,sikap dan perilaku di dalam dan diluar organisasi.
  • menganalisis dampak dari kebijakan,prosedur dan aksi terhadap stakeholder
  • Mengindentifikasi kebijakan,prosedur dan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan publik dan kelangsungan hidup organisasi.
  • Memberi saran manajemen dalam hal kebijakan baru.
  • Membangun dan mempertahankan komunikasi dua arah.

Yang terlibat penggunaan Public Relations

  • Media
  • Presiden
  • Pemerintah
  • Industri
  • Korporasi
  • Tim olahraga
  • Rumah sakit
  • Politikus
  • Pemerintah daerah
  • Industri Entertainment
  • LSM
  • Universitas
  • Serikat buruh

Pengertian Public Relations

Public Relation (PR) atau kadang disebut dengan istilah Hubungan Masyarakat (humas) memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas. PR sangat menentukan perwajahan organisasi tersebut di mata masyarakat luas. Hal tersebut disebabkan karena PR-lah yang merupakan salah satu front liner penting dalam berkomunikasi dengan masyarakat. PR menentukan kesan positif sebuah organisasi di mata masyarakat. Dan hubungan dengan masyarakat akan menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, PR juga berperan dalam membangun hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan masyarakat luas. Untuk itu, di dalam sebuah PR sangat penting untuk bisa mengelola manajemen komunikasi.
Aktivitas public relations sehari-hari adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik ( two way trafic communications ) antara lembaga dengan pihak publik yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi, dsb, demi kemajuan lembaga atau citra positif lembaga bersangkutan. Jadi, kegiatan public relations tersebut sangat erat kaitannya dengan pembentukan opini publik dan perubahan sikap dari masyarakat.
Dari segi inilah, Rohis mengejawantahkan misi al 'amru wa nahyul munkar-nya. Hal tersebut sekaligus menjadi landasan Rohis untuk -sebagaimana fungsi humas umumnya- menunjukkan kekuatannya ( power of opinion ) dalam membentuk opini publik atau kita sebut dakwah.
Etika Humas: Konsepsi dan Realitas
Para sarjana Humas dari Barat mendefinisikan etika menurut ilmu filsafat Barat. Misalnya, Hazel Bernes (1971) mendefinisikan etika sebagai satu cabang ilmu filsafat yang membantu menentukan apakah tingkah laku yang baik dan patut. Definisi yang hampir sama diberikan oleh Ewing (1965), Fletcher (1968), dan Mabbott (1969).
Dalam Islam, istilah yang digunakan untuk etika ialah akhlak. Menurut Encylopedia of Islam (1979), ilmu akhlak Islam telah mencapai taraf kematangannya pada abad kesebelas masehi. Perkataan akhlak berasal dari perkataan “khuluk” yang terdapat dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai pekerti yang luhur”(Q.S 68:4).
Pakar akhlak Islam Ibn Sadr Al-Din al-Shirwani (1962) mendefinisikan ilmu akhlak sebagai “ilmu yang menerangkan sifat-sifat kebaikan dan cara-cara mencapainya, juga sifat-sifat keburukan dan cara-cara menjaga diri agar tidak melakukan yang buruk itu.”
Definisi yang sama juga diberikan oleh Imam Al-Ghazali, fungsi etika adalah untuk memberikan kepada para praktisi Humas beberapa prinsip atau ukuran yang baku untuk menentukan bagaimana tingkah laku yang baik dan apa yang buruk. Juga apa tingkah laku yang bertanggung jawab dan apa pula tingkah laku yang dapat dikategorikan tidak bertanggung jawab.
Secara sepintas, tidak terdapat perbedaan antara etika Barat dan etika (akhlak) Islam, karena keduanya menentukan batasan antara baik dan buruk, benar dan salah. Tetapi, jika diteliti secara mendalam, di antara keduanya terdapat perbedaan yang mencolok. Perbedaannya ialah, etika barat bertitik tolak dari akal pikiran manusia, yaitu akal pikiran para ahli filsafat. Sedangkan etika Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah saw. Etika Barat didasarkan pada pandangan para ahli filsafat Barat tentang perbuatan baik dan buruk, yang menitikberatkan pada perbedaan satu orang dengan lainnya. Sedangkan etika Islam berlandaskan pada iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya Kebanyakan perusahaan besar merupakan milik publik. Harga sahamnya secara signifikan juga dapat mempengaruhi kemampuan dan kebebasan mereka untuk mengelola masa depannya. Sebuah perusahaan yang undervalue misalnya tidak dapat mengajukan pinjaman kepada bank seperti perusahaan yang value. Sekalipun demikian harga saham tidak ditentukan oleh berbagai opini dari sebagian besar pengamat pasar modal dan para investor.
Di sinilah PR berperan menjadi senjata yang menentukan dalam memastikan bahwa mereka mampu melihat perusahaan secara adil, PR juga menjadi sarana yang ampuh dalam mengelola hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dengan para pengamat dan investor yang bisa memiliki pengaruh besar bagi masa depan perusahaan. PR dapat menyampaikan aspirasi mengenai berbagai bidang termasuk hubungan komunitas, isu-isu lingkungan, bidang keuangan, urusan konsumen, isu-isu manajemen, penanganan krisis dan berbagai isu penting lainnya yang terkait dengan kegiatan PR. Dalam situasi seperti ini, PR sangat dituntut peran aktifnya. PR dapat memainkan peranan sentral pada level perusahaan. PR sangat fleksibel, mungkin melebihi iklan, PR dapat merespons berbagai peristiwa dengan sangat cepat. Dalam hubungan dengan pers kekuatan terbesar yangdapat ditawarkan PR adalah menyangkut kredibilitas. Namun kelemahan uatama dari kegiatan PR adalah kurangnya pengawasan. Kita hampir tidak bisa menjamin bahwa pesaing kita akan disampaikan atau bahkan tidak sama sekali. Kelemahan ini sebenarnya dapat diatasi melalui persiapan perencanaan strategi PR secara matang. PR dalam pelaksanaannya ada dua yaitu E-PR dan PR Konvensional.

Kamis, 14 Februari 2019

Nmax

Kuda Besi..
Nmax adalah motor sekelas matic yang menurut saya tangguh,nyaman dan terjangkau.
dari ukuran mesin dengan kecepatan 155cc dan body yang begitu elegan dan mewah.
yaa inilah yang menemani saya kemanapun saya bepergian..

Ceritaku Membuat Makalah Call For Paper

Assalamualaikum.. Hai semua kembali lagi di blogku yang tercinta, kali ini aku mau menceritakan pengalamanku ketika mendapat tugas membuat m...